67 thoughts on “Media Bikin Kita Gagal Paham Ujaran Kebencian

  1. Persepsi 'ujaran kerbencian' orang2 cuma dikritik karena memang benar dikatakan benci.. ya kalo ada koruptor trus dikatain pencuri dsb trus dikatakan benci kan lucu

  2. Bahas uu cilaka dong min.
    Kenapa nih uu kalo diberitain media, suka ga ditampilin secara detail pasal-pasal kontroversialnya.
    Padahal kalo di forum-forum rame tuh.

  3. Nggak apa2 miskonsepsi unjaran kebencian. Daripada polisi disuruh kerja beneran, kan repot. Macem disuruh jagain demo tapi akhirnya malah bunuh orang

  4. Lol barusan gw d omelin nyokap gara2 vokal di medsos takut kena pasal ujaran kebencian, eh muncul video ini beranda pas banget 🤣🤣

  5. Indonesia memasuki era pemerintahan The Beloved Leader ketika pemimpin yang dianggap memiliki kinerja tertentu oleh pendukungnya membuat dukungan baginya berprosentase besar dan berkarakter fanatik sehingga segala penghinaan biasa sehari-hari dianggap sebagai sesuatu yang menyerang negara itu sendiri. Hal ini diperparah terhadap penegakan hukum di Indonesia untuk kasus yang viral bukan lagi justice orientation tetapi public pressure orientation. Segala sesuatu yang dianggap oleh porsi besar publik sebagai ujaran kebencian maka law enforcement dipaksa untuk menganggap itu ujaran kebencian. Era ini secara pribadi saya namai "Orde Reformasi Baru".

  6. media jaman dulu: menggunakan fakta sebagai headline berita.

    media jaman sekarang: menggunakan opini sebagai headline berita.

  7. "AkU BeNCi REmOtiVI!!!"
    Apakah ini salah satu bentuk ujaran kebencian? 🤔🤔
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Tolong jgn dilapor guyon aja kok :"
    * Kurasa kalimat ini ☝️wajib ditulis biar engga aneh2 nanti *

  8. Salfok sama subtitle di menit 5:55 "serius.serem. ibu-ibu, coba suruh anak-anaknya ngumpet bu. Hati-hati banyak orang jahat". 😂😂😂

  9. Kalo pihak pemegang kuasa dalam hal ini hukum nerima-nerima saja laporan tsb berarti memang instansinya sendiri gak paham definisi "ujaran kebencian" itu definisinya apa.

    Kalo hal ini benar adanya, gawat sekali. Wkwk

  10. ada ngk sih om korelasinya antara oknum media sekarang yg lembek dan cendrung bias karena PEMRED dan Owner nya yg dekat dengan jabatan atau berafiliasi dengan partai ?. Takutnya karena oknum di media sudah terpapar fanatisme pemimpin idola, jadi mereka pilah pilih berita yg naik, terus mengatur jam naik tokoh A yg di benci kebaikannya di naikin jam 3 pagi durasi lebih singkat, Tokoh A keburukannya di naikin waktu prime time durasi lebih lama. Tokoh idolanya ada berita bagus di naikin ketika prime time dan durasi lebih lama.

  11. media aja menyebarkan pengertian yang salah viral sama trending di tambah lagi masyarakatnya pada ngikut2 doang, di tambah negara mulai mencoba memasuki wilayah private rakyatnya

  12. Well, to be honest media disini emang rada-rada sih, nggak cuma cara mereka meng-cover berita tersebut tapi kelihatan "desperate for clicks" juga, tapi mungkin bisa jadi topiknya tersendiri di video berikutnya.

    Nice vid btw!

  13. Ujaran kebencian atau pencemaran nama baik? Hmmmm tau ah mkin gj
    ᬲᬫ᭄ᬩᬸᬢ᭄ᬩᬸᬮᬦ᭄ᬭᭀᬚᬩ᭄ᬤᭂᬗᬦᬫᬮᬦ᭄ᬰᭀᬮᬾᬄ

  14. Ya saran saya, ente kumpulin tuh "wartawan" dan "jurnalis" kemarin sore. Trus lu lesin mereka biar pinter dikit. Biar ga goblok2 banget.
    Kayak gak tau aja, semua media cari trafik, gak peduli sebarin hoax, sebarin gosip macam lambe turah, sebarin hal2 yang viral gak jelas.
    Kapan coba media beritain prestasi anak bangsa?
    Jarang sekali.
    Ketutup semua sama berita yang bikin telinga panas. WHY ? karena orang ga ada yang peduli kalo orang lain berprestasi, mereka cuma suka share dan comment berita2 tentang orang lain yang berbuat tercela.

  15. Sulit, entah kupu kuou macam apa yang bikin butterfly effect sebegini runyem nya. Tenang cuk, Irlandia masih kosong, Selandia baru juga. Gampang lagi ngurus kewarganegaraan nya, mantaap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *